Pemain terkenal manchester united paul pogba memperlihatkan talentanya mengenai posisi terbaik saat ini di atas lapangan. Paul pogba yang biasa di sebut pogba ini memberitahu bahwa ia bisa bermain diposisi manapun di lini tengahpun ia mampu, karenna menyesuaikan dengan kehendak sang manajer.

Pada tahun 2016 waktu itu berita kembalinya pogba ke old trafford, sejauh ini masih saja mengalami kesulitan untuk tampil konsisten. Ia terkadang tampil dengan performa sangat bagus namun dipertandingan berikutnya ia mengalami penurunan performa, telihat tidak semangat dan kehilangan tenaga.

Setelah kejadian itu banyak berita yang beredar apa penyebab performa pogba tidak tampil dengan baik di MU. Sebabnya karena penempatan posisi pogba yang tidak sesuai. Jos mourinho atau ole gunnar solskjaer tidak bisa menaruh sang gelandang dalam posisi yang tepat sehingga ia mengalami kesulitan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya di MU.

Lalu pogbapun angkat bicara yang sebenarnya ia menilai masalah posisinya tidak menjadi kesulitan untuk dirinya karena ia bisa tampil dimanapun manajernya menginginkannya. Kata pogba pada icon “saya mampu bermain di sisi kanan, disisi kiri, dan juga di sisi depan. Saya tidak begitu peduli dan khawatir akan posisi bermain saya”

Sesuaikan Kebutuhan Tim

Pogba memberitahu bahwa ia sama sekali tidak keberatan bermain pada posisi yang bukan seharusnya posisi aslinya. Ia mengungkapkan siap bermain di posisi manapun dan siap memberikan kemampuan terbaiknya di posisi tersebut. Tapi selama ia di butuhkan oleh sang manajer.

“saya bisa bermain dibelakang penyerang, atau didepan para pemain bertahan. Semua balik lagi tergantung arahan yang ingin di terapkan pelatih, gaya bermain serta filosofi tim yang saya pertahankan”.

“bagi para pemain sepak bola tidak boleh melupakan posisinya sebagai permainan tim, dan jika kami semua pemain mampu bekerja keras bersama, maka segala usaha akan menjadi lebih memperlihatkan hasilnya.”

Tidak Maniak Untuk Cetak Gol

Pogbapun mengatakan dengan tegas bahwa ia sama sekali tidak terlalu maniak akan menjadi gelandang pencetak gol untuk timnya. Ia yakin dengan mencetak gol bukanlah tanggung jawabnya bagi seorang gelandang.

“paul adalah seorang gelandang, dan ia mengatakan mencetak gol adalah bukan tugas utama saya. Yang menjadi fokus saya yaitu tugas bagaimana bisa membantu tim untuk melakukan apa yang harus kami lakukan” “bagi yang bertanya akan obsesi saya untuk mencetak, saya tidak terobsesi mencetak gol, terutama untuk melebih para pemain yang berada didepan posisi saya. Justru saya bangga karena saya mencetak cukup banyak gol, namun itu bukanlah tugas utama saya” tutupnya.